Sakirun, Pensiunan Dinas Kesehatan Banyumas yang Sukses Membudidayakan Anggur Helloween
Banyumas – Banyak cara dilakukan seseorang untuk mengisi masa pensiun. Bagi Sakirun (69), warga Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, masa pensiun justru menjadi awal kebahagiaan baru. Setelah puluhan tahun bekerja di Dinas Kesehatan, ia kini menekuni hobi baru, yakni membudidayakan anggur di halaman rumahnya.
Awalnya, Sakirun hanya sekadar coba-coba belajar menanam anggur dari temannya. Tak disangka, bibit yang ia tanam tumbuh subur dan semakin diminati banyak orang. Jika dulu hasil panen hanya beberapa kilogram, kini sekali panen bisa mencapai 10 kilogram bahkan lebih.
Jenis anggur yang ditanam adalah varietas Helloween, anggur impor asal Ukraina yang populer karena bentuk buahnya yang memanjang, berwarna hijau saat muda, dan berubah menjadi kuning keemasan ketika matang. Rasanya manis, dan dalam usia sekitar dua bulan buah sudah siap dipanen.
Perawatannya pun tidak serumit yang dibayangkan. Sakirun rutin melakukan penyiraman menggunakan air kolam ikan yang dicampur pupuk organik buatannya sendiri. Selain itu, ia juga rajin mengantisipasi serangan hama dengan penyemprotan antijamur maupun insektisida alami.
“Awalnya coba-coba, sekarang bisa panen sampai 10 kilogram. Perawatannya sederhana, cukup disiram dengan air kolam ikan dan pupuk organik, lalu pruning rutin supaya buahnya bagus,” ungkap Sakirun.
Pruning atau pemangkasan dilakukan setiap tiga bulan sekali agar tanaman terus berbuah lebat dengan kualitas lebih baik. Ia juga melakukan penjarangan dengan membuang sebagian buah agar tidak saling berhimpitan, sehingga hasil panen tetap berkualitas.
Banyumas – Banyak cara dilakukan seseorang untuk mengisi masa pensiun. Bagi Sakirun (69), warga Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, masa pensiun justru menjadi awal kebahagiaan baru. Setelah puluhan tahun bekerja di Dinas Kesehatan, ia kini menekuni hobi baru, yakni membudidayakan anggur di halaman rumahnya.
Awalnya, Sakirun hanya sekadar coba-coba belajar menanam anggur dari temannya. Tak disangka, bibit yang ia tanam tumbuh subur dan semakin diminati banyak orang. Jika dulu hasil panen hanya beberapa kilogram, kini sekali panen bisa mencapai 10 kilogram bahkan lebih.
Jenis anggur yang ditanam adalah varietas Helloween, anggur impor asal Ukraina yang populer karena bentuk buahnya yang memanjang, berwarna hijau saat muda, dan berubah menjadi kuning keemasan ketika matang. Rasanya manis, dan dalam usia sekitar dua bulan buah sudah siap dipanen.
Perawatannya pun tidak serumit yang dibayangkan. Sakirun rutin melakukan penyiraman menggunakan air kolam ikan yang dicampur pupuk organik buatannya sendiri. Selain itu, ia juga rajin mengantisipasi serangan hama dengan penyemprotan antijamur maupun insektisida alami.
“Awalnya coba-coba, sekarang bisa panen sampai 10 kilogram. Perawatannya sederhana, cukup disiram dengan air kolam ikan dan pupuk organik, lalu pruning rutin supaya buahnya bagus,” ungkap Sakirun.
Pruning atau pemangkasan dilakukan setiap tiga bulan sekali agar tanaman terus berbuah lebat dengan kualitas lebih baik. Ia juga melakukan penjarangan dengan membuang sebagian buah agar tidak saling berhimpitan, sehingga hasil panen tetap berkualitas.
Dari sekadar hobi pasca-pensiun, kebun kecil di halaman rumah Sakirun kini menjadi sumber kebahagiaan sekaligus inspirasi. Kisahnya membuktikan bahwa dengan semangat belajar dan ketekunan, usia bukanlah halangan untuk tetap produktif. Masa pensiun pun bisa tetap manis—sem manis buah anggur yang ditanamnya.












