Tiga Pekan Berlalu, Kasus Pecah Kaca Mobil di Bumiayu Belum Terungkap

Tiga Pekan Berlalu, Kasus Pecah Kaca Mobil di Bumiayu Belum Terungkap

Brebes — Kasus kriminal pecah kaca mobil kembali terjadi di wilayah Bumiayu. Kali ini menimpa Mardiyanto, Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU Paguyangan, Brebes. Mobil jenis toyota kijang inova berwarna abu-abu metalik miliknya yang diparkir di area Masjid Allohuakbar Jalan Lingkar Bumiayu dibobol oleh pelaku tak dikenal, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

Peristiwa nahas itu Jumat 1 Agustus 2025 lalu bukan kali pertama dialami korban. Sebelumnya, sekitar sembilan tahun lalu, Mardiyanto juga pernah menjadi korban pembobolan serupa Ruang laboratium Komputer di sekolah tersebut pada 2016 silam dengan kerugian ratusan juta rupiah. “Saya sangat berharap kasus ini segera terungkap. Jika tidak, kejadian seperti ini akan menjadi beban bagi korban dan masyarakat, karena tidak ada titik terangnya,” ungkap Mardiyanto.

Hingga kini kasus tersebut sudah berjalan hampir tiga pekan, namun pelaku masih belum teridentifikasi. Korban berharap aparat kepolisian dapat menambah personel di wilayah Bumiayu yang membawahi enam kecamatan, agar penanganan tindak kriminal bisa lebih cepat dan efektif.

“Bumiayu ini wilayahnya luas, polseknya besar, tapi personelnya sangat terbatas. Harapannya ada penambahan SDM dan pemanfaatan teknologi digital agar setiap petunjuk sekecil apapun bisa ditelusuri lebih cepat,” tambahnya.

Kasus pecah kaca mobil ini menambah daftar kejahatan jalanan di wilayah Brebes selatan yang cukup meresahkan masyarakat. Warga pun mendesak aparat untuk segera mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bumiayu Aiptu Heri Sugiarto, SH saat di konfirmasi pada Selasa (19/08/2025) menjelaskan, bahwa, Saat ini kami masih berkoordinasi dengan unit Opsnal dan Opsdal. Namun, hingga kini belum ada bukti kuat yang bisa memastikan siapa pelaku. Kendala utama pada bukti CCTV. Rekaman tidak menampilkan wajah pelaku secara jelas, sehingga sulit dicocokkan dengan data E-KTP atau identitas lain yang ada di sistem.

Kami masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan Polres. Penyelidikan terus berjalan, dan kami berupaya secepat mungkin mengungkap kasus ini.” Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *