UNIKMA Dorong Pengembangan Potensi Lokal Lewat Beasiswa Kuliah Tani Pondok dan Inovasi Pertanian Modern
Cilacap – Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program inovatif di sektor pertanian.
Rektor UNIKMA, Fikria Najitama, menegaskan bahwa kampus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya para petani.
Salah satu terobosan unggulan adalah Beasiswa Kuliah Tani Pondok, yang memberikan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak petani. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh, fasilitas asrama, hingga kebutuhan makan para peserta. Tak hanya teori, UNIKMA juga menyediakan pendamping dan lahan praktik sehingga mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan.
“Harapannya, para alumni Kuliah Tani Pondok dapat mengembangkan pertanian menggunakan ilmu dan teknologi terbaru. Kami mendorong pemanfaatan IoT untuk irigasi dan berbagai inovasi modern lainnya,” ujar Fikria Najitama.
Dalam momentum wisuda, salah satu lulusan UNIKMA, Siti Janatul Ma’wa, memaparkan rencana pengembangan pertanian modern di daerah asalnya. Ia memperkenalkan alat inovatif berbasis sensor yang mampu menyemprot tanaman secara otomatis saat mendeteksi hama dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Inovasi ini terinspirasi dari pengalaman langsungnya di lahan pertanian keluarga.
Apresiasi terhadap langkah UNIKMA juga datang dari anggota DPD RI, Abdul Kholik, yang menilai kampus memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda berkompetensi tinggi. Menurutnya, pengembangan potensi daerah — khususnya sektor pertanian, kelautan, dan industri kreatif — harus dilakukan melalui kolaborasi erat antara kampus dan para pemangku kepentingan.
“Jawa Tengah bagian selatan memiliki potensi pasar sekitar 12 juta penduduk dari 9 kabupaten. Jika produk lokal bisa memenuhi standar dan terserap dengan baik, ini menjadi peluang besar untuk memajukan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Bappeda Cilacap, Sujito, menyoroti pentingnya pengembangan potensi lokal yang sangat beragam di kawasan selatan. Ia mencontohkan produk olahan pisang, seperti sale pisang yang selama ini banyak dipasarkan tanpa merek dan dijual murah, sehingga nilai ekonominya justru dinikmati daerah lain.
“Melalui tangan-tangan terampil dan pendampingan yang tepat, potensi lokal bisa diolah menjadi produk siap pasar dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Harapan kami, lulusan UNIKMA mampu menjadi motor penggerak inovasi di daerahnya,” ujarnya.
Sujito menambahkan bahwa potensi besar di sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif perlu dikembangkan menjadi produk berkualitas dan berdaya saing. Ia berharap lulusan UNIKMA mampu mengolah potensi tersebut, menghadirkan produk yang siap dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah.
Dengan berbagai program dan inovasi tersebut, UNIKMA berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kampus menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama masyarakat, mengembangkan potensi lokal, dan mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi wilayah Cilacap dan sekitarnya.













