YKPM Sulsel Gelar Diskusi Lanjutan Penyusunan RPJMD 2025–2029

YKPM Sulsel Gelar Diskusi Lanjutan Penyusunan RPJMD 2025–2029
YKPM Sulsel Gelar Diskusi Lanjutan Penyusunan RPJMD 2025–2029

YKPM Sulsel Gelar Diskusi Lanjutan Penyusunan RPJMD 2025–2029

Pangkep – YKPM Sulsel menggelar diskusi lanjutan penyelesaian penyusunan RPJMD 2025–2029 yang dilaksanakan di Titik Jumpa Cafe, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan  Jum’at (13/6).

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan hasil sinkronisasi oleh Bappelitbangda Kab. Pangkep atas saran dan masukan serta perbaikan dokumen RPJMD yang diajukan oleh YKPM Sulsel dan KAPAL Perempuan, yang mendorong masuknya isu GEDSI—meliputi kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial—yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.

Hasil sinkronisasi ini disampaikan oleh Ketua Tim Penyusun RPJMD Bappelitbangda, dalam hal ini Kabid Pembangunan SDM, Najar, yang memaparkan bahwa proses sinkronisasi isu GEDSI juga sudah diselaraskan dengan visi-misi Bapak Bupati Pangkajene dan Kepulauan.

Bacaan Lainnya

“Bapak Bupati Pangkep selalu mengingatkan kepada kami sebagai Tim Penyusun RPJMD 2025–2029 untuk mengakomodir seluruh program yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan, anak, keluarga, dan juga disabilitas. Jadi, bisa dipastikan sejak awal komitmen kami untuk terus memaksimalkan seluruh program pemberdayaan perempuan. Tentu kami sangat terbuka dan terbantu melalui seluruh saran dan masukan YKPM Sulsel dan juga KAPAL Perempuan yang mendorong secara masif isu inklusi ini masuk dalam dokumen RPJMD,” ujar Najar dalam penyampaian materinya.

Lebih lanjut juga dikemukakan bahwa, berdasarkan diskusi sebelumnya, perbaikan sejumlah narasi pada dokumen RPJMD itu mencapai 60% lebih telah diakomodir. Selebihnya, ada beberapa yang sifatnya tidak dimasukkan karena kendala struktural dan mikro sehingga nanti bisa dimasukkan dalam Renstra OPD.

Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan, Afferidzal.

“Kami sudah membuat pemetaan seluruh saran dan masukan YKPM Sulsel yang terakomodir di setiap BAB dalam dokumen RPJMD, yang bisa disaksikan langsung dalam pertemuan ini,” ujarnya.

Merespon Bappelitbangda, Direktur YKPM Sulsel, Muliadi Prayitno, mengungkapkan terima kasihnya kepada Tim Penyusun RPJMD yang selama ini sangat terbuka dengan seluruh saran dan masukan untuk perbaikan RPJMD 2025–2029. Pangkep termasuk daerah yang sukses menjadikan RPJMD berbasis inklusif.

“Kami tentu sangat berterima kasih atas respons terbuka Bappelitbangda, khususnya kepada seluruh Tim Penyusun RPJMD 2025–2029 yang telah terbuka untuk bisa diajak berdiskusi dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan analisis perbaikan dokumen RPJMD agar berbasis inklusif dengan mengakomodir perempuan, anak, dan disabilitas. Sejak awal, beberapa pertemuan yang digelar, termasuk menghadirkan KAPAL Perempuan beberapa waktu lalu, menyaksikan proses sinkronisasi ini hingga akhirnya sampai pada finalisasi RPJMD inklusif dengan mengakomodir hingga 60% lebih seluruh usulan kami,” tutur Muliadi.

Usulan YKPM Sulsel dalam penyusunan RPJMD 2025–2029 Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep untuk mengakomodir isu inklusif dilakukan melalui proses diskusi dan sinkronisasi dalam beberapa pertemuan yang telah digelar sebelumnya, dengan menghadirkan Tim Penyusun RPJMD Bappelitbangda, Komunitas Sekolah Perempuan, Tim Pemantau Kabupaten, dan juga perwakilan media.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *