Pengurus RT 02 di Banyumas Kembangkan Pertanian Jagung untuk Ketahanan Pangan dan Kas RT
Banyuams – Inisiatif Pengurus RT 2 RW 6 bersama warga di Dusun Gombong Bolong, Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong.
Berawal dari kas RT yang minim, warga bersama pengurus RT berhasil mengembangkan program pertanian jagung yang mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak omzet warga dan kas RT hingga ratusan juta rupiah. Areal pertanian jagung yang dikelola kelompok RT setempat kini menjadi sumber ekonomi baru bagi warga.
Dengan kerja bakti dan semangat kebersamaan, lahan pertanian dimanfaatkan secara maksimal untuk panen jagung secara bergilir, sehingga hasilnya dapat dinikmati secara berkelanjutan. Ketua RT 2 RW 6 Dusun Gombong Bolong, Dedy Wijaya, menjelaskan bahwa pada awalnya lahan yang digunakan untuk pertanian jagung hanya seluas satu hektare.
Seiring waktu dan meningkatnya hasil panen, luas lahan kini berkembang menjadi dua hektare untuk memenuhi kebutuhan panen bergilir.
“Salah satu lahan diperkirakan akan panen setengah bulan lagi, sementara lahan susulan diharapkan panen sekitar dua bulan ke depan,” ujar Dedy.
Menurutnya, stok jagung saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan permintaan terus meningkat hingga hampir dua kali lipat. Kondisi tersebut membuat para pengepul atau tukang tebas kerap kewalahan karena tingginya permintaan jagung dari pasaran.
Program pertanian jagung di RT 02 RW 06 berkembang. Program ini bermula dari kas RT yang hanya sekitar Rp1,3 juta. Dengan kerja bakti warga serta dukungan dari pemerintah desa, lahan desa dapat dimanfaatkan untuk pertanian dengan sistem pembayaran sewa setelah panen.
Hasil panen pertama mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp11 juta. Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, hasil panen jagung terus menunjukkan peningkatan. Panen terakhir bahkan mampu menghasilkan hingga Rp14 juta per tahun. Ditambah dengan program jimpitan rutin warga, kas RT kini meningkat hingga hampir Rp100 juta.
Ke depan, pihak RT berencana memperluas lahan pertanian dan mengembangkan usaha pertanian jagung secara berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan berbasis gotong royong di wilayah Banyumas.

















