Manfaatkan Pekarangan, Petani Pakis di Banyumas Raup Penghasilan Tambahan
Banyumas – Siapa sangka lahan pekarangan rumah dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seorang warga sukses membudidayakan tanaman pakis tanpa pupuk dan perawatan rumit. Dari daun pakis inilah, ia mampu meraup ratusan ribu rupiah setiap panen.
Adalah Warsono, warga Dusun Karang belimbing Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk membudidayakan tanaman pakis hutan. Lahan yang sebelumnya kosong kini berubah menjadi lahan produktif dan menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya.
Mantan pekerja proyek bangunan ini mengaku memilih tanaman pakis karena mudah dirawat dan tidak memerlukan pupuk tambahan. Selain itu, permintaan pasar terhadap sayuran pakis terbilang tinggi dan relatif stabil. Tanaman pakis juga tumbuh secara alami serta cepat dipanen, terutama saat musim hujan.
Dalam satu pekan, Warsono mampu memetik daun pakis hingga empat kali. Setiap kali panen, ia dapat menghasilkan antara 50 hingga 100 ikat pakis, tergantung kondisi tanaman dan permintaan pasar.
Pakis hasil panen tersebut dijual dengan harga dua ribu rupiah per ikat, dengan satu ikat berisi sekitar sepuluh batang daun pakis. Meski terkesan sederhana, hasil yang diperoleh cukup menguntungkan. Dalam sekali panen, Warsono mampu meraup hingga dua ratus ribu rupiah.
Permintaan daun pakis di pasaran pun terbilang stabil. Selain dijual langsung kepada pembeli, pesanan juga kerap datang dari pelanggan yang telah rutin mengonsumsi sayuran pakis sebagai menu sehari-hari.
Warsono mengatakan, pertumbuhan tanaman pakis tergolong cepat dan mudah dibudidayakan. “Cepat pertumbuhannya.
“Permintaan memang banyak, kadang-kadang dipesan satu ikat atau dua ikat, isinya sepuluh ikat. Satu ikatnya dua ribu rupiah. Kalau panen bisa sampai seratus ikat, kalau sedang sepi sekitar lima puluh ikat,” ujarnya.
Selain menambah penghasilan keluarga, budidaya tanaman pakis hutan ini juga diharapkan dapat menginspirasi warga lain untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi, sekaligus ramah lingkungan.

















