Atlet Panjat Tebing Probolinggo Resah, Tempat Latihan di GOR Ahmad Yani Terancam Digusur untuk Kulineran
Kota Probolinggo – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo untuk memindahkan tempat latihan panjat tebing di kawasan GOR Ahmad Yani menuai keresahan dari para atlet dan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo.
Mereka khawatir pemindahan ini akan mengganggu persiapan menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Selama ini, area latihan di GOR Ahmad Yani menjadi “rumah kedua” bagi para atlet panjat tebing. Tempat tersebut telah melahirkan atlet-atlet berprestasi, bahkan hingga ke tingkat Asia. Namun, kabar rencana pembongkaran basecamp untuk pembangunan jalan tembus dan area kuliner membuat para atlet resah.
“Kami khawatir kalau tempat latihan ini dipindah dan dijadikan tempat PKL makanan, kami akan kesulitan mencari lokasi pengganti. Apalagi tempat ini sudah seperti rumah kedua dan penuh kenangan,” ungkap Naira, salah satu atlet FPTI Kota Probolinggo.
Rasa cemas juga dirasakan para pelatih. Selain fokus melatih atlet yang akan berlaga di Porprov Jawa Timur di Malang Raya, mereka kini dibebani pekerjaan tambahan membongkar sarana latihan.
“Harusnya sekarang konsentrasi latihan untuk ajang Porprov Jatim, malah harus memikirkan bongkar boulder dan sarana lain untuk berlatih. Infonya mau dibuat jalan tembusan dan kulineran,” kata Iwan Rosidi, pelatih FPTI Kota Probolinggo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, Rachmadeta Antariksa, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa pemindahan masih dalam tahap rencana. Ia menilai pihak FPTI terlalu terburu-buru membongkar fasilitas latihan.
“Siapa yang mau bongkar tempat latihan atlit panjat tebing di belakang GOR Ayani, itu hanya perencanaan, kapan hari Wali Kota Probolinggo, memang cek lokasi, dan cuma rencana dan belum final, saya kira pihak FPTI Kota Probolinggo, saja yang terlalu kebingungan” tambah Deta, saat dikonfirmasi melalui ponselnya.
Para atlet berharap Pemkot Probolinggo dapat mengevaluasi ulang rencana pemindahan ini, mengingat tempat latihan tersebut tidak hanya sarana olahraga, tetapi juga bagian dari sejarah panjang prestasi panjat tebing Kota Probolinggo.
Sebagai informasi, pada Porprov Jawa Timur 2025 mendatang, FPTI Kota Probolinggo akan mengirimkan 13 atlet dengan target 2 medali emas dan 1 perak. (Risty)

















