Cita-cita Jadi Pengusaha Pasir, Bocah 7 Tahun Rayakan Ultah Naik Dump Truk

Cita-cita Jadi Pengusaha Pasir, Bocah 7 Tahun Rayakan Ultah Naik Dump Truk

Banyumas – Ulang tahun biasanya dirayakan dengan hadiah mainan, gawai, uang, atau berwisata. Namun hal itu tidak berlaku bagi Muhammad Handaru Mubarok, bocah berusia 7 tahun asal Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Di hari ulang tahunnya, siswa kelas satu sekolah dasar ini justru meminta hadiah sederhana namun tak biasa, yakni naik dump truk dan mendapatkan stiker bergambar kendaraan tersebut.

Keinginan unik itu dipenuhi oleh sang ibu, Ana Noviani, yang mengaku permintaan tersebut sudah lama diutarakan anaknya. Bahkan, saat ditawari hadiah berupa telepon genggam, uang, hingga wisata, Handaru menolak dan tetap bersikeras ingin merayakan ulang tahunnya dengan naik dump truk.

Bacaan Lainnya

“Sejak lama anak saya ingin ulang tahun naik dump truk karena punya cita-cita ingin punya pertambangan pasir. Sudah saya tawari HP, uang, dan wisata, tapi tidak mau. Dia hanya minta naik dump truk dan stiker, dan itu sudah membuatnya sangat bahagia,” ujar Ana Noviani.

Tak hanya ingin merasakan naik dump truk, Handaru juga meminta hadiah tambahan berupa stiker bergambar dump truk. Bagi bocah berusia 7 tahun itu, hadiah sederhana tersebut sudah cukup membuatnya merasa sangat bahagia.

“Aku ulang tahun pengen naik dump truk dan minta stiker, karena cita-citaku ingin punya pertambangan,” ucap Handaru polos.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan. Handaru mengaku memiliki cita-cita untuk mempunyai usaha pertambangan pasir saat dewasa kelak. Kecintaannya terhadap dump truk menjadi awal dari mimpi besar seorang anak desa.

Permintaan Handaru pun sampai ke telinga Guntur Danang, pemilik dump truk yang kemudian mengabulkan permintaan tersebut. Ia mengaku terkejut saat didatangi seorang ibu bersama anaknya pada pagi hari.

“Saya kaget pagi-pagi ada ibu dan anak datang ke rumah. Katanya anaknya ulang tahun dan ingin naik dump truk. Karena demi kesenangan anak, saya izinkan gratis untuk keliling desa,” kata Guntur.

Tanpa dipungut biaya, Handaru diajak berkeliling desa menggunakan dump truk, lengkap dengan kue ulang tahun, stiker, serta ditemani teman-temannya. Wajah ceria dan tawa lepas bocah tersebut menjadi pemandangan yang mengundang perhatian warga sekitar.

Dari Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, kisah Muhammad Handaru Mubarok menjadi potret kejujuran mimpi anak-anak. Bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hadiah mewah, melainkan dari hal sederhana yang benar-benar dicintai.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *