Ibu Rumah Tangga Sukses Kembangkan Budidaya Jamur Tiram, Raup Ratusan Ribu Rupiah per Hari

Ibu Rumah Tangga Sukses Kembangkan Budidaya Jamur Tiram, Raup Ratusan Ribu Rupiah per Hari

Banyumas — Berawal dari usaha sambilan untuk membantu perekonomian keluarga, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Banyumas berhasil mengembangkan budidaya jamur tiram hingga mencapai ribuan baglog. Usaha rumahan yang dirintis secara sederhana ini kini mampu menghasilkan ratusan ribu rupiah setiap harinya.

Sosok inspiratif tersebut adalah Solihah, warga Dusun Karang Blimbing, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Di tengah kesibukannya mengurus rumah tangga, Solihah memanfaatkan ruang sempit di rumahnya menjadi lahan produktif, mulai dari kamar kosong hingga sebuah gubuk kecil di pekarangan rumah.

Ibu dengan satu anak ini memulai budidaya jamur tiram sekitar dua tahun lalu dengan modal awal sebanyak 120 baglog. Berkat ketekunan dan konsistensi dalam perawatan, usaha tersebut terus berkembang pesat. Saat ini, Solihah telah mengelola sekitar 8.000 baglog jamur tiram dengan media tanam berupa serbuk gergaji kayu.

Bacaan Lainnya

Meski jumlah baglog yang dikelola terus bertambah, Solihah tetap menjadikan budidaya jamur tiram ini sebagai usaha sampingan. Setiap hari, ia terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sebelum meluangkan waktu untuk merawat jamur.

“Ini saya jadikan usaha sambilan. Pagi urus rumah tangga dulu, baru setelah itu merawat jamur. Perawatannya juga mudah, tidak perlu disemprot atau pakai bahan khusus, cukup menjaga kebersihan dan membersihkan sarang laba-laba. Hasil panen ini saya gunakan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Solihah.

Dalam sekali panen, Solihah mampu menghasilkan antara 10 hingga 30 kilogram jamur tiram. Jamur tersebut dijual dengan harga pasaran sekitar Rp15.000 per kilogram. Dari hasil penjualan, ia dapat meraup penghasilan sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000 per hari, angka yang cukup signifikan untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menariknya, budidaya jamur tiram yang dijalani Solihah tergolong mudah dan ramah lingkungan. Ia tidak menggunakan bahan kimia maupun penyemprotan khusus. Perawatan hanya difokuskan pada kebersihan area baglog dan pembersihan sarang laba-laba agar pertumbuhan jamur tetap optimal.

Keberhasilan Solihah menjadi bukti bahwa dengan ketekunan, konsistensi, serta pemanfaatan lahan sederhana, ibu rumah tangga pun mampu menciptakan peluang usaha produktif dari rumah. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk berani memulai usaha mandiri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *