Perjuangan Relawan Penjaga Perlintasan Kereta Api Untuk Mencegah Kecelakaan Kereta
Cilacap – Perlintasan kereta JPL 420 desa Gentasari Sampang kabupaten Cilacap Jawa Tengah, sebelumnya sering terjadi kecelakaan karena tidak ada penjagaan.
Guna keamanan dan keselamatan pengguna jalan, perlintasan tersebut kini dijaga empat orang relawan dari warga desa setempat yang telah dipasang portal bantuan dari Sapphire grup Purwokerto sebagai hadiah HUT KAI ke-79.
Relawan trrsebut yaitu Riki Umar Mukti, Setiono, Kartiko dan Agus Kaeko berinisiatif menjadi relawan penjaga perlintasan kereta. Mereka mau menjadi relawan penjaga perlintasan JPL 420 desa Gentasari sejak tahun 2019, dengan alasan beramal untuk membantu kelancaran dan keamanan masyarakat yang melewati perlintasan kereta itu.
Meski tidak digaji dan dengan fasilitas yang terbatas, mereka berempat tetap melaksanakan tugasnya secara ikhlas hanya karena ingin berbuat kebaikan bagi masyarakat.
Mereka berempat honor dan honornya pun tidak sebesar upah minimum kabupaten, per orang sebesar rp 1.200.000 per bulan dari dishub Cilacap. Mereka juga memasang kardus sterofoam untuk tambaham warga yang melintas memberi uang seikhlasnya.
“Saya mau menjadi relawan penjaga perlintasan karena ada ketukan hati niat untuk badah badah, karena petlintasan disini sebelumnya sering terjadi kecelakaan baik luka mau tewas namun sekarang sudah tidak ada. Saya dapat honor dari dishub Cilacap sebesar Rp1200.000 uang itu dicukup-cukupi.
Untuk tambahan kita pasang kotak amal seikhlasnya”, kata Agus Kaeko dan Riki relawan penjaga perlintasan kereta.
Untuk mengetahui bahwa akan ada kereta api mau lewat, para relawan hanya mengandalkan visual dan jadwal kereta dari stasiun. Bekerja dibagi tiga shift setiap harinya, mulai jam 6 pagi sampai jam 2 siang, jam 2 siang sampai jam 8 malam, jam 8 malam sampai jam 4 pagi dan mulai lagi jam 6 pagi.
Mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah agar honor mereka bisa dinaikkan dan pos penjagaan juga bisa dibangun dengan baik, serta dilengkapi fasilitas penunjang lainnya. Selain jadwal, pos penjagaan tersebut baru dilengkapi dengan HT untuk memonitor informasi dari petugas perjalanan kereta.
“Hari ini kami bersama saphir grup dan dishub Cilacap bersama-sama gelar sosialisasi perlintasan sebidang dari swadaya masyarakat dan di daop 5 ada 48 perlintasan yang dijaga secara swadaya, 42 teregistrasi sisanya 6 belum teregistrasi dan kami apresiasikan ke saphir grup telah membantu dan ikut sosialisasi, kami berharap pihak lain ikut membantu”, kata Feni Saragih Manajer Humas Daop 5 Purwokerto.
Data dari daop 5 Purwokerto total terdapat 193 perlintasan sebidang, 171 di antaranya perlintasan resmi dan 22 perlintasan tidak resmi atau liar.
Dari 171 perlintasan sebidang resmi, 60 perlintasan dijaga KAI, 23 JPL dijaga unit jalan rel dan jembatan (unit jj), dan 37 JPL dijaga unit operasi, sisanya 56 perlintasan yang dijaga oleh pihak pemda atau dishub, sedangkan 42 perlintasan dijaga swakelola masyarakat dan sisanya 13 JPL tidak dijaga. (Kus)
Comment