Kisah Sukses Pria Banyumas, Dulu Kelilingan, Kini Punya Usaha Pakan Burung Omzet 10 an Juta

Kisah Sukses Pria Banyumas, Dulu Kelilingan, Kini Punya Usaha Pakan Burung Omzet 10 an Juta

Banyumas – Dari penjual kandang keliling, hingga ke Pasar Jatinegara Jakarta pada tahun 1990-an, Khusnul Hidayat (57), warga Desa Banjarsari RT 03 RW 02, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, kini sukses menjadi penjual pakan burung.

Berkat kesuksesanya, pria yang akrab di sapa Khusnul mampu mempekerjakan tujuh karyawan tetap yang dari tetangga rumah.

Khusnul mengaku, awal mula merintis usaha pakan burung yang kini menghasilkan omzet kotor mencapai Rp 10 juta per bulan.

Bacaan Lainnya

“Saat itu menjual kandang ke Pasar Jatinegara, melihat ada orang bikin pakan burung, saya tiru. Modal awak Rp5 juta, tapi Alhamdulillah sekarang sudah lancar untuk kebutuhan sehari-hari,” Imbuh Khusnul saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/07/2025).

Pakan burung produksi Khusnul beragan jenis, mulai dari pakan untuk burung ocehan seperti murai, pakan terkutut, hingga ayam hias. Produknya dikenal dengan merek Super Plus, dan telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Majenang, Cilacap, Kroya, dan Gandrungmangu.

“Harga grosir dari saya sekitar Rp6.600 per bungkus, di pasaran bisa tembus hingga Rp7.000. Itu untuk jenis pakan burung dara. Sekarang saya punya tujuh karyawan tetap yang bantu produksi dan distribusi,” tambahnya.

Tak puas dengan keberhasilan saat ini, Khusnul juga tengah mengembangkan produk baru berupa pakan alternatif berbahan fur, sebagai pengganti keroto (telur semut) untuk kebutuhan breeding (pengembangbiakan). Menurutnya, dengan peralihan ini, burung bisa mulai mengonsumsi pakan fur dalam waktu maksimal tujuh hari.

“Kami sedang uji coba untuk breeding pakan fur agar bisa menggantikan keroto. Kalau berhasil, ini bisa lebih praktis dan efisien,” jelas Khusnul optimis.

Selain pakan burung, Khusnul Hidayat juga menyediakan pakan ayam, pakan ikan dan pakan kucing. Bahkan khusnul memiliki wacana untuk pengembangan usahanya

“Membuat pakan burung dalam bentuk pasta (aset) atau cair melibatkan penggunaan bahan-bahan alami yang dihaluskan dan dicampur hingga mencapai tekstur yang diinginkan”, pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *