Salah 1 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Asal Probolinggo, Sopir Truk Muat Asbes

Salah 1 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Asal Probolinggo
Salah 1 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Asal Probolinggo

Salah 1 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Asal Probolinggo, Sopir Truk Muat Asbes

Probolinggo – Suasana duka menyelimuti keluarga Anang Suryono (56), warga Jalan Serma Abdurrahman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Anang merupakan salah satu dari empat korban meninggal dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Rabu malam (2/6), sekitar pukul 23:35 Wib.

Anang Suryono sehari-hari bekerja sebagai sopir truk pengangkut asbes. Saat kejadian, almarhum tengah dalam perjalanan mengirimkan muatan asbes dari pabrik di Mojokerto menuju Bali. Jenazah korban saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit di Kabupaten Negara, Bali.

Bacaan Lainnya

Menurut penuturan anak sulung almarhum, Riky Putra, terakhir kali ia berkomunikasi dengan ayahnya adalah sekitar pukul 20.30 WIB, beberapa saat sebelum Anang menaiki kapal naas tersebut.

“Ayah saya hendak berangkat mengantar asbes dari Mojokerto menuju ke Bali. Terakhir komunikasi semalam, saat beliau bilang mau naik kapal,” ujarnya. Kamis (3/7/2025).

Riky menjelaskan bahwa ayahnya telah menjalani rute pengiriman Mojokerto-Bali dua kali dalam seminggu, dan biasanya mengemudi sendirian tanpa kernet. Dari empat jenazah yang ditemukan pasca musibah, salah satunya adalah Anang.

“Sekarang jenazah ada di RS Negara, Bali. Kita masih menunggu proses penjemputan dari keluarga dan perusahaan,” imbuh Riky.

Pihak keluarga bersama perwakilan perusahaan saat ini berada di Bali untuk mengurus pemulangan jenazah ke Kota Probolinggo. Belum ada informasi lebih lanjut terkait waktu kepulangan jenazah maupun rencana pemakaman.

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Anang Suryono dikenal sebagai sosok ayah yang disiplin dan pekerja keras, tetap semangat menjalani profesinya meski usianya telah melewati setengah abad.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *