Tawuran Remaja di Probolinggo Dipicu Senggolan Motor, Anggota TNI Terluka Saat Pengejaran

Kota Probolinggo – Keributan yang melibatkan dua kelompok remaja terjadi di Kota Probolinggo pada Selasa malam (12/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Insiden tersebut berujung aksi saling kejar hingga menyebabkan seorang anggota TNI mengalami luka setelah tertabrak sepeda motor warga.

Anggota TNI yang terluka diketahui merupakan personel Kodim 0820 Probolinggo. Korban mengalami cedera di bagian tangan usai tertabrak motor saat membantu mengejar sejumlah remaja yang diduga terlibat keributan.

Peristiwa itu bermula dari insiden senggolan antar sepeda motor di kawasan Pasar Gotong Royong, Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo. Benturan kecil tersebut kemudian memicu pertengkaran antar kelompok remaja hingga berkembang menjadi aksi bentrokan.

Situasi semakin ricuh ketika beberapa remaja yang berboncengan tiga melarikan diri menuju kawasan Lapangan Angguran, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Warga yang mendengar teriakan “begal” langsung ikut melakukan pengejaran bersama aparat TNI yang berada di sekitar lokasi.

Dalam pengejaran itu, Serma Sanali turut berupaya menghentikan kelompok remaja tersebut. Namun nahas, seorang warga yang mengendarai Honda PCX diduga kehilangan kendali ketika hendak menghadang para remaja yang dicurigai sebagai pelaku begal.

Motor yang dikendarai warga tersebut justru menabrak Serma Sanali hingga menyebabkan anggota TNI itu mengalami luka pada tangan.

Usai kejadian, warga sekitar segera memberikan bantuan dan membawa korban ke IGD RSUD dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo guna mendapatkan perawatan medis.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi turut mengamankan sebuah telepon genggam milik salah satu remaja yang diduga terlibat tawuran serta satu unit sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi.

Sebelumnya sempat muncul informasi di masyarakat bahwa anggota TNI tersebut menjadi korban pembacokan saat terjadi aksi begal. Namun hasil penyelidikan sementara polisi mengarah pada dugaan tawuran antar remaja yang dipicu kecelakaan lalu lintas.

Rahman (25), salah seorang warga yang ikut mengejar para remaja, mengaku awalnya mengira mereka merupakan pelaku begal setelah mendengar teriakan dari warga.

“Saya awalnya lagi di gardu sama bapak. Lalu ada motor bonceng tiga dikejar anggota TNI sambil teriak begal, akhirnya saya ikut mengejar,” kata Rahman.

Ia mengaku sempat mencoba menghadang motor para remaja karena khawatir mereka membawa senjata tajam.

“Saya mau menghadang karena takut mereka bawa sajam, tapi malah mengenai Pak Tentara,” ujarnya. Menurut Rahman, para remaja yang dikejar terlihat masih berusia muda sehingga dirinya mulai meragukan dugaan begal tersebut.

“Sepertinya bukan begal karena masih anak-anak muda,” tambahnya. Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zainal Arifin, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan kejadian bermula dari kecelakaan antar sepeda motor.

“Awalnya ada dua motor berboncengan yang terjatuh. Setelah itu saksi melihat mereka mengambil motor lalu kabur ke arah timur,” jelas AKP Zainal Arifin.

Ia menambahkan, warga yang melakukan pengejaran menduga para remaja tersebut pelaku begal setelah mendengar teriakan dari sekitar lokasi kejadian.

“Di kawasan Angguran kembali terjadi kecelakaan saat pengejaran antara saksi dan warga,” katanya.

Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dugaan sementara mengarah pada tawuran remaja akibat insiden lalu lintas dan bukan aksi begal seperti isu yang sempat beredar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *