Harlah Ke-33 SMK Ma’arif NU Paguyangan Meriah, Tegaskan Pendidikan Akhlak dan Kreativitas Siswa

Harlah Ke-33 SMK Ma’arif NU Paguyangan Meriah, Tegaskan Pendidikan Akhlak dan Kreativitas Siswa

BREBES — Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-33 SMK Ma’arif NU Paguyangan, Kabupaten Brebes, berlangsung meriah dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon ke udara, Minggu (10/5/2026). Ribuan siswa, alumni, wali murid, serta masyarakat memadati halaman sekolah dalam rangkaian reuni akbar dan jalan sehat yang digelar sejak pagi.
Ketua Dewan Pengurus SMK Ma’arif NU Paguyangan, Khambali Kurdi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan sekolah yang dinilai semakin stabil dan dipercaya masyarakat. Saat ini, sekolah tersebut memiliki sekitar 1.200 siswa dan menjadi salah satu SMK terbesar di wilayah Brebes Selatan.
“SMK Ma’arif berdiri sejak 1993 dengan berbagai dinamika perjalanan. Alhamdulillah sekarang jumlah siswa mencapai sekitar 1.200 dan menjadi salah satu SMK terbesar di Kecamatan Paguyangan, perbatasan Brebes dengan Banyumas,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan sekolah tidak lepas dari dukungan wali murid, para guru, serta kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut Khambali, sebagai sekolah yang berada langsung di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), SMK Ma’arif NU Paguyangan tidak hanya fokus pada pendidikan vokasi, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan dan akhlakul karimah.
“SMK Ma’arif bermazhab Ahlussunnah Wal Jamaah. Jadi siswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga harus bisa salat dengan benar, membaca Alquran, dan menghormati orang tua maupun sesama,” katanya.
Ia menekankan lulusan SMK Ma’arif harus memiliki karakter yang baik dan tidak mudah terpengaruh informasi bohong di media sosial.
“Kalau melihat media sosial harus selektif. Jangan langsung percaya berita hoaks lalu menyebarkannya begitu saja. Lulusan SMK Ma’arif harus punya akhlak yang baik di mana pun bekerja,” tegasnya.
Khambali juga mengingatkan para siswa agar tidak merayakan kelulusan secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban maupun kecelakaan di jalan raya.
“Walaupun senang dan bahagia karena lulus, jangan sampai pesta pora atau ugal-ugalan di jalan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi hadirnya kreator konten lokal, Pak Tarmin, yang dinilai mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk lebih kreatif dan produktif di era digital.
“Anak-anak harus punya kreativitas tinggi. Sekarang apa pun bisa menjadi peluang ekonomi kalau ditekuni secara positif dan produktif,” katanya.
Rangkaian Harlah ke-33 SMK Ma’arif NU Paguyangan berlangsung semarak dengan hiburan rakyat, pembagian doorprize, bazar UMKM, serta penampilan hiburan yang disambut antusias masyarakat dan para alumni lintas angkatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *