Pelaku Pembacokan Tukang Nasi Goreng Hingga Tewas Ditangkap Polisi di Pulau Kelapa

Pelaku Pembacokan Tukang Nasi Goreng Hingga Tewas Ditangkap Polisi di Pulau Kelapa
Pelaku Pembacokan Tukang Nasi Goreng Hingga Tewas Ditangkap Polisi di Pulau Kelapa
Pelaku Pembacokan Tukang Nasi Goreng Hingga Tewas Ditangkap Polisi di Pulau Kelapa

Jakarta – Seorang pedagang nasi goreng berinisial A, tewas usai menjadi korban pembacokan di Cilincing, Jakarta Utara. Korban dibacok oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor.

Menurut Kapolsek Cilincing, Kompol Fernando Saharta Saragi, kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 9 April dini hari lalu, tepatnya saat korban mengikuti rombongan warga yang membangunkan sahur hari terakhir.

Pelaku yang menusuk korban yang kerja sebagai tukang nasi goreng, kejadian pada malam terakhir puasa, hari terakhir sahur,” kata Kompol Nando di Polsek Cilincing, Rabu, 17 April 2024.

Bacaan Lainnya

Pelaku yang diketahui bernama Mardiansyah alias Bucing melarikan diri ke Kepulauan Seribu. Unit Reskrim Polsek Cilincing berhasil menangkap pelaku setelah 7 hari pencarian. Pelaku ditangkap di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu pada Rabu pagi tadi. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di rumah keluarga ibu korban.

“Dipimpin Kanit Reskrim, tim berhasil mendapatkan pelaku pembunuhan di Pulau Kelapa Dua, Pulau Seribu,” kata Nando.

Sebelumnya, kejadian berawal saat pelaku menggeber-geber motornya di depan rombongan korban saat melintas. Tak terima ditegur korban, pelaku langsung ke rumahnya mengambil senjata tajam berupa golok dan membacok korban.

Saat ketemu di jalan, selisih omong, yang motor dua orang pulang ambil senjata tajam langsung kembali lagi nyamperin rombongan langsung mengejar korban. Korban langsung ditusuk sempat lari dulu dan meninggal di perjalanan mau ke rumah sakit,” jelas Nando.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP Juncto 351 ayat 3, dan tidak menutup kemungkinan dijerat pasal pembunuhan berencana.

Kami terapkan pembunuhan berencana karena karena dia dengan sadar, pulang mengambil sajam. Kecuali sajam berada di motor dia utk membela diri mungkin bukan pembunuhan berencana. Tapi kalau ini sudah dipastikan pembunuhan berencana karena dia dengan sadarnya mengambil sajam balik melukai korban,” tutupnya.

(Wahyuni Adina Putri)

Pos terkait

Comment