Pemerintah Perluas Revitalisasi Sekolah hingga 60 Ribu Satuan, PIP dan Insentif Guru Ikut Naik

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 42;
Pemerintah Perluas Revitalisasi Sekolah hingga 60 Ribu Satuan, PIP dan Insentif Guru Ikut Naik

Purwokerto – Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional melalui perluasan program revitalisasi sekolah, peningkatan bantuan pendidikan, serta penguatan kesejahteraan guru. Dalam keterangannya,

Mendikdasmen menyampaikan bahwa pada 2026 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun dalam APBN untuk program revitalisasi yang menyasar 11.744 satuan pendidikan yang telah melalui proses verifikasi dan validasi.

Namun demikian, pemerintah tidak berhenti pada angka tersebut. Dengan dukungan tambahan anggaran yang tengah diusulkan, cakupan revitalisasi ditargetkan meningkat signifikan hingga menjangkau sekitar 60 ribu satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp76 triliun.

“Revitalisasi ini merupakan investasi besar negara untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Mendikdasmen.

Selain infrastruktur, pemerintah juga memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP). Pada 2026, jumlah penerima PIP ditargetkan meningkat menjadi 19,6 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA/sederajat. Untuk pertama kalinya, bantuan ini juga akan diberikan kepada sekitar 888 ribu peserta didik taman kanak-kanak dengan nilai Rp450 ribu per tahun.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan dalam memperluas akses pendidikan sejak usia dini, sekaligus memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di sektor tenaga pendidik, pemerintah menaikkan insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan yang akan disalurkan langsung ke rekening penerima. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kesejahteraan guru, khususnya di daerah.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perlengkapan belajar berupa alat tulis bagi siswa kelas awal sekolah dasar guna mendukung proses pembelajaran sejak dini.

Mendikdasmen menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari arah pembangunan pendidikan nasional yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan secara tepat guna.

Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun melalui program revitalisasi harus benar-benar digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, bukan disalahgunakan.

“Fokus utama kita adalah memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan negara benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap transformasi pendidikan nasional dapat berjalan lebih cepat dan merata, sekaligus menjawab tantangan ketimpangan akses dan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *