Apel Hari Jadi Kota Probolinggo 661 Tahun Digelar Unik Pakai 5 Bahasa, Tunjukkan Warga Kota Hidup Rukun dan Damai

eportal.id, Probolinggo – Apel hari jadi Kota Probolinggo ke 661 tahun, digelar secara unik peserta apel berpakaian adat, dan menggunakan 5 bahasa, digelar di depan halaman Pemkot Probolinggo.

Peserta apel selain para ASN Pemerintah Kota Probolinggo, dan semua perwakilan etnis, yakni dari etnis Madura pedalungan, Cina, Jawa dan Arab yang tinggal di kota mangga ini. Jumat (4/9/2020).

Inspektur apel hari jadi Kota Probolinggo ke-661, Habib Hadi Zainal Abidin, diikuti para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkot Probolinggo, disaat pandemi Corona ini tentunya dengan protokol kesehatan, selain peserta menggenakan masker dan physical distancing peserta apel ini.

Menurut Habib Hadi Zainal Abidin, Walikota Probolinggo, digelar apel hari jadi dengan cara unik dan berpakaian adat dan di ikuti beberapa etnis yang hidup di Kota Probolinggo, untuk menunjukkan kebersamaan masyarakat hidup dengan rukun dan damai, masyarakat di kota angin dan mangga tetap kompak dalam menghadapi bencana non alam penyebaran COVID- 19.

Baca Juga:  Tiga Emak-emak Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000

Semoga di usia yang cukup tua Kota Probolinggo, semakin matang untuk membangun dan lebih makmur dan sejahtera kedepannya.

“Apel digelar setiap tahun secara unik dengan berpakaian etnis Pedalungan, dan peserta memakai pakaian adat warga yang ada di Kota Probolinggo, seperti etnis Madura, Cina, Jawa, Arab dan suku Jawa dan juga petugas apel laporan dengan memakai 5 bahasa, menunjukkan Kota Probolinggo selalu hidup rukun dan damai, serta saling menghormati, semoga di hari jadi Kota Probolinggo ke 661 tahun, diusia tuanya kedepannya akan lebih baik”, tegas Habib Hadi saat dikonfirmasi setelah selesai apel.

Hari jadi Kota Probolinggo, Pemerintah Kota Probolinggo, berharap masyarakat untuk saling membantu dan kerjasama membangun Kota Probolinggo lebih maju, dan saling bahu membahu dengan Gugus Tugas Satgas COVID- 19 Kota Probolinggo, memutus mata rantai penyebaran COVID- 19, agar dampak pandemi Corona segera berakhir.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *