Dari Modal Rp200 Ribu, Peternak Ayam di Banyumas Tembus Omzet Rp20 Juta

Dari Modal Rp200 Ribu, Peternak Ayam di Banyumas Tembus Omzet Rp20 Juta

BANYUMAS — Di saat banyak usaha terpuruk akibat pandemi COVID-19, Syahri Mukhtarom justru menemukan jalan baru dari halaman rumahnya. Pria asal Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah ini memulai langkah sederhana yang kini berbuah manis.
Berbekal keberanian dan modal hanya Rp200 ribu, Syahri membeli 25 ekor ayam Elba. Di tengah ketidakpastian ekonomi kala itu, ia memilih mencoba beternak, memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya tak tergarap.
“Awalnya hanya coba-coba. Yang penting lahannya ada dan perawatannya tidak terlalu sulit,” kenangnya.

Keputusan kecil itu perlahan mengubah nasibnya. Hari demi hari, Syahri merawat ayam-ayamnya dengan penuh ketelatenan. Ia menjaga kebersihan kandang, mengatur pola pakan, hingga meracik ramuan herbal agar ternaknya tetap sehat.

Usaha yang dimulai dari nol itu kini berkembang pesat. Jumlah ayamnya melonjak hingga sekitar 200 ekor. Tidak hanya menjual telur konsumsi, Syahri juga memproduksi DOC (day old chick) ayam Elba yang banyak diburu pasar. Bahkan, ia kini mampu menyediakan indukan siap produksi yang dijual dalam paket.
Di balik kesuksesan tersebut, ada disiplin yang tak pernah ia tinggalkan. Pakan diberikan dua kali sehari, kandang dijaga tetap bersih, dan perawatan rutin dilakukan tanpa henti.
Hasilnya pun tak main-main. Dari usaha rumahan ini, Syahri kini mampu meraup omzet hingga Rp20 juta per bulan.
Kisahnya menjadi bukti bahwa krisis bukan akhir dari segalanya. Dengan keberanian memulai, ketekunan, dan konsistensi, peluang bisa tumbuh dari tempat yang paling sederhana – bahkan dari halaman rumah sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *