Jamin Kesehatan Hewan Kurban, Karantina DKI Jakarta Pastikan 2.560 Ekor Sapi Kurban yang Masuk Jabodetabek Sehat

Jamin Kesehatan Hewan Kurban, Karantina DKI Jakarta Pastikan 2.560 Ekor Sapi Kurban yang Masuk Jabodetabek Sehat

Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina DKI Jakarta) memastikan kelancaran dan keamanan 2.560 ekor sapi kurban yang masuk ke wilayah Jabodetabek sebagai pasokan hewan kurban menjelang Iduladha.

Tindakan karantina yang dilakukan terhadap hewan-hewan kurban tersebut telah sesuai dengan prosedur biosekuriti guna menjamin hewan yang masuk ke wilayah Jabodetabek dalam kondisi sehat dan layak.

Hal tersebut disampaikan oleh Amir Hasanuddin, Kepala Karantina DKI Jakarta saat meninjau pemasukan 300 ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok pada Minggu sore (3/5).

“Pengawasan antararea merupakan bagian krusial dari strategi mitigasi risiko penyakit hewan nasional. Penerapan manajemen risiko yang tepat di pintu-pintu masuk seperti Tanjung Priok adalah kunci untuk mencegah perpindahan penyakit antarpulau. Kami memastikan dokumen persyaratan lengkap dan kondisi fisik hewan prima sebelum dilepasliarkan ke masyarakat,” ujar Amir.

Amir juga menjelaskan bahwa tindakan karantina yang dilakukan di tempat pemasukan, seperti di Pelabuhan Tanjung Priok meliputi verifikasi dokumen kesehatan dari karantina daerah asal, serta pemeriksaan fisik oleh dokter hewan karantina. Langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban, sekaligus melindungi industri peternakan di wilayah tujuan dari potensi ancaman penyakit hewan.

Amir juga turut menambahkan bahwa berdasarkan data sistem informasi karantina BEST TRUST, tercatat sejak Januari hingga April 2026, sebanyak kurang lebih 2.560 ekor sapi telah masuk ke wilayah Jabodetabek melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Amir, adanya lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha menuntut kewaspadaan ekstra dari petugas karantina. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memastikan kuantitas pasokan terpenuhi, tetapi prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan (sanitasi) hewan tersebut. Setiap ekor sapi yang turun dari kapal harus dipastikan bebas dari penyakit menular. Ia juga menyebutkan bahwa Karantina DKI Jakarta menyiagakan personel di berbagai titik masuk untuk melakukan pengawasan selama 24 jam dan 7 hari kerja.

Amir berharap, bahwa upaya mendukung kelancaran arus lalu lintas hewan kurban tersebut juga didukung oleh seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait baik lingkup daerah maupun pusat, serta kementerian dan lembaga terkait. “Kita terus bersinergi, berkolaborasi dengan semuanya untuk mendukung hajat bangsa, agar masyarakat bisa berkurban dengan hewan-hewan yang sehat, sehingga ibadahpun menjadi tenang,” pungkasnya.

(Wahyuni adina putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *