Banjarnegara – Seorang pemuda asal Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dialaminya usai pertandingan sepak bola di lapangan Desa Sigenggung. Korban bernama Kevin mengaku menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah orang saat hendak menuju area parkir kendaraan.
Kuasa hukum korban dari Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto Eko Prihatin SH mengatakan laporan resmi telah diajukan ke Polres Banjarnegara Senin (18/5/2026) Petang terkait dugaan tindak kekerasan tersebut. Menurutnya, insiden terjadi setelah pertandingan sepak bola selesai digelar dalam sebuah kompetisi di desa setempat.
“Korban saat itu sedang berjalan menuju parkiran motor setelah pertandingan selesai. Tiba-tiba korban dipukul pada bagian kepala, kemudian dipiting dan ditarik oleh beberapa orang,” ujar Eko kuasa hukum korban kepada awak media usai membuat laporan polisi.
Akibat serangan tersebut, korban sempat kesulitan melepaskan diri. Namun korban akhirnya berhasil kabur dan menyelamatkan diri dengan berlari menuju area parkir.
Pihak korban menilai tindakan tersebut merupakan bentuk penganiayaan yang harus diproses secara hukum. Karena itu, korban bersama kuasa hukumnya mendatangi Polres Banjarnegara untuk melaporkan kejadian yang dialami.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan kronologi lengkap kejadian. Sementara kondisi korban disebut masih mengalami trauma pasca-insiden kekerasan itu.
Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi dalam kegiatan pertandingan sepak bola antar kampung (Tarkam) dan menjadi perhatian agar pengamanan kegiatan olahraga masyarakat lebih diperketat guna mencegah aksi main hakim sendiri.











