*BREBES* – Suasana pelepasan siswa SMK Ma’arif NU Paguyangan, Kabupaten Brebes, berubah menjadi penuh haru dan air mata. Salah satu siswa, Wili Okta Salindra, tak kuasa menahan tangis saat bertemu sang ibu yang pulang langsung dari Taiwan setelah tiga tahun bekerja sebagai pekerja migran demi membiayai pendidikan anaknya.
Momen emosional itu terjadi saat acara pelepasan siswa berlangsung. Wili yang sebelumnya tidak mengetahui kepulangan ibundanya tampak terkejut sekaligus bahagia ketika sang ibu hadir dan memeluk dirinya di hadapan para guru, siswa, dan orang tua lainnya.
Sang ibu, Rohanita, warga Desa Telaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, mengaku meninggalkan anaknya sejak usia empat tahun demi mencari nafkah seorang diri. Sebagai single parent, ia memilih bekerja di luar negeri agar anaknya tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga lulus sekolah.
Tangis pecah ketika Rohanita menceritakan perjuangannya selama berada di negeri orang. Ia mengaku harus menahan rindu karena kehilangan banyak momen penting bersama anaknya, bahkan tidak pernah merasakan mengantar anak sekolah maupun menyiapkan sarapan seperti ibu pada umumnya.
“Saya sangat terharu. Bukan cuma sebulan atau satu tahun belum ketemu anak saya, tapi lebih dari tiga tahun. Saya pergi karena harus berjuang sendiri buat sekolah anak saya,” ujar Rohanita sambil menangis.
Dalam suasana haru tersebut, Rohanita juga tampak memeluk ibundanya dan bersimpuh di kaki sang ibu sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas bantuan merawat anaknya selama ia bekerja di luar negeri.
Bagi Rohanita, kehadirannya di acara pelepasan menjadi momen paling berharga setelah penantian panjang dan perjuangan bertahun-tahun jauh dari keluarga.
Sementara itu, Wili Okta Salindra mengaku sangat bahagia karena tidak menyangka ibundanya akan hadir langsung di hari kelulusannya.
“Saya senang banget ibu bisa hadir langsung di acara pelepasan ini. Terima kasih sudah berjuang dan pulang untuk saya,” kata Wili.
Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan, Mardiyanto, menilai perjuangan seorang ibu yang rela meninggalkan anak demi pendidikan merupakan pengorbanan luar biasa.
“Menurut saya luar biasa sekali seorang ibu sampai meninggalkan anaknya demi mencari nafkah ke luar negeri untuk membiayai sekolah anaknya,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap momen tersebut menjadi pengingat bagi seluruh siswa agar selalu menghargai perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi masa depan anak-anaknya.











