Luthfi Mangaratua: “Prestasi Membuat Dikenal, Karakter Membuat Dipercaya”

Balige, 11 Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), karakter tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. Pesan itulah yang ditegaskan Ketua Dewan Pembina Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Luthfi Mangaratua Krida Silalahi, pada Pengukuhan Siswa-Siswi Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung Angkatan TB 37 di Museum TB Silalahi Center, Balige, Sabtu (11/7).

Menurut Luthfi, pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, karakter justru menjadi pembeda yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“Prestasi mungkin membuat orang mengenal kalian, tetapi karakterlah yang membuat orang mempercayai kalian,” tegas Luthfi di hadapan ratusan tamu undangan, orang tua siswa, alumni, serta 120 siswa-siswi Angkatan TB 37 yang resmi dikukuhkan.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan mampu memberikan jawaban dan mengolah data dengan cepat, namun tidak memiliki hati nurani, integritas, empati, maupun kebijaksanaan. Karena itu, Yayasan Tunas Bangsa Soposurung terus berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.

Luthfi juga menegaskan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni mengenakan seragam baru, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendiri Yayasan selama lebih dari tiga dekade.

“Hari ini bukan sekadar hari ketika seragam dikenakan, melainkan hari ketika sebuah kepercayaan diberikan,” ujarnya.

Mengusung tema “Honoring Legacy, Shaping the Leaders”, pengukuhan TB 37 menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus peneguhan komitmen Yayasan dalam melahirkan pemimpin masa depan yang unggul dalam kompetensi, kokoh dalam karakter, rendah hati dalam kepemimpinan, serta tulus dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 120 siswa-siswi Angkatan TB 37 resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemakaian seragam secara simbolis, pengambilan Prasetya Siswa, serta pengenalan nilai-nilai pembinaan yang akan menjadi pedoman selama menempuh pendidikan berasrama.

 

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi Cendekia dan Teladan, penampilan budaya Tortor TB 37 yang dirangkai dengan prosesi boras sipir ni tondi dan olop-olop dari orang tua kepada putra-putrinya, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Tunas Bangsa Soposurung dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta pemberian apresiasi kepada para mitra Yayasan, termasuk Artha Graha Peduli, atas dukungannya dalam berbagai program sosial dan pendidikan.

Acara turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa, seperti Tortor Enam Puak Batak, Atraksi Merah Putih, Ballroom Dancing, Karate, dan yel-yel siswa, yang mencerminkan hasil pembinaan karakter, kepemimpinan, pelestarian budaya, serta pengembangan bakat peserta didik.

Pengukuhan TB 37 dihadiri sekitar 400 peserta, termasuk jajaran pengurus Yayasan, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh agama, mitra Yayasan, alumni, guru, pembina, serta orang tua siswa.

Melalui pengukuhan ini, Yayasan Tunas Bangsa Soposurung kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya melahirkan lulusan berprestasi, tetapi juga pribadi-pribadi yang berintegritas, peduli terhadap sesama, serta siap menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *