Banyumas – Komunitas PESTOL (Pemuda Stok Lama) merayakan hari ulang tahun (HUT) pertamanya dengan mengusung semangat persaudaraan, kebersamaan, dan perdamaian di Kabupaten Banyumas. Komunitas yang beranggotakan tokoh-tokoh senior dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) ini menegaskan komitmennya untuk menjaga kerukunan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Banyumas Raya. Momentum peringatan satu tahun berdirinya PESTOL menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi dan elemen masyarakat. Meski berasal dari latar belakang organisasi maupun pandangan yang berbeda, para anggota menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan.
Wakil Ketua PESTOL, Elco Ajitosa, mengatakan bahwa komunitas tersebut dibangun atas dasar kebersamaan dan semangat persatuan. Menurutnya, masyarakat Banyumas diharapkan mampu menjaga hubungan baik tanpa memandang perbedaan suku, organisasi, maupun latar belakang lainnya.
“Harapan kami, masyarakat Banyumas tetap menjaga situasi yang kondusif, saling menghormati, dan menjunjung tinggi semangat seduluran selawase. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Apabila terjadi persoalan antarkelompok atau antarormas, hendaknya dapat diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua sekaligus tokoh utama PESTOL, Agung Buwono, menjelaskan bahwa PESTOL bukan merupakan organisasi masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan sebuah komunitas yang menjadi ruang silaturahmi bagi para anggotanya.
Menurutnya, komunitas tersebut hadir sebagai wadah berkumpul, berbagi pengalaman, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan di tengah kesibukan masing-masing anggota sebagai kepala keluarga maupun pelaku berbagai profesi.
“PESTOL adalah tempat berkumpul untuk tetap guyub, rukun, dan saling menyapa. Kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa meskipun berbeda organisasi atau berbeda atribut, tetap bisa hidup berdampingan dengan damai. Kalau orang-orang tua saja bisa rukun, tentu anak-anak muda juga bisa melakukan hal yang sama,” kata Mas Agung.
Perayaan HUT pertama PESTOL dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai organisasi masyarakat di wilayah Banyumas Raya, di antaranya perwakilan Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, LSM Harimau, Banser, Skuad Nusantara, dan Lowo Ireng. Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, serta insan pers.
Di antaranya Ketua DPRD Banyumas Agus Nova, dr. Tangguh, dan sejumlah wartawan dari berbagai media yang turut menyaksikan berlangsungnya kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, PESTOL juga mengumumkan bahwa hingga genap berusia satu tahun, jumlah anggotanya telah mencapai 365 orang, angka yang dipilih sebagai simbol jumlah hari dalam satu tahun perjalanan komunitas tersebut.
Keanggotaan PESTOL tidak hanya berasal dari Kabupaten Banyumas, tetapi juga mencakup sejumlah daerah lain seperti Cilacap, Purbalingga, Boyolali, hingga Tasikmalaya. Hal tersebut menunjukkan semakin luasnya jaringan silaturahmi yang dibangun komunitas tersebut.
Ke depan, PESTOL berkomitmen untuk terus memperkuat solidaritas antaranggota, menjaga nilai-nilai persaudaraan, serta memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif di Banyumas Raya.
Dengan mengedepankan semangat persatuan di tengah keberagaman, PESTOL berharap dapat menjadi contoh bahwa perbedaan organisasi, pandangan, maupun latar belakang bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan demi kemajuan daerah.











