Ribuan Warga Semarakkan Grebeg Sura Klapagading Kulon, Tradisi Leluhur Jadi Perekat Persatuan

Ribuan Warga Semarakkan Grebeg Sura Klapagading Kulon, Tradisi Leluhur Jadi Perekat Persatuan

Banyumas – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi leluhur terpancar dalam pelaksanaan Grebeg Sura yang digelar masyarakat Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Kamis (2/7/2026). Sekitar 2.500 warga dari berbagai kalangan memadati Lapangan Kridosariro sebagai titik awal pemberangkatan arak-arakan budaya yang berakhir di Makom Citomo.

Sejak pagi, suasana desa berubah menjadi lautan manusia. Arak-arakan gunungan hasil bumi, gunungan buah-buahan, serta gunungan simbolis yang berisi aneka makanan ringan menjadi pusat perhatian. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang rute perjalanan, menyaksikan dengan antusias iring-iringan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Tradisi tahunan yang melibatkan masyarakat wilayah Kadus 1, Kadus 4, dan Kadus 5 ini dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak. Kehadiran seluruh elemen masyarakat menjadikan Grebeg Sura bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan memperkokoh semangat gotong royong.

Prosesi dimulai pukul 08.30 WIB dari Lapangan Kridosariro menuju Makom Citomo. Setibanya di lokasi, rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama, tasyakuran, pembagian makanan, serta tradisi sebar uang yang disambut antusias masyarakat. Nuansa religius semakin terasa dengan kehadiran para ulama dan sesepuh Pondok Pesantren Al Husna, di antaranya KH. Nur Muhammad dan Abdul Kohar, yang memimpin doa demi keselamatan dan keberkahan seluruh warga.

Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono atau yang akrab disapa Sower, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Grebeg Sura tahun ini. Menurutnya, keberhasilan acara tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia dan dukungan masyarakat.

“Saya selaku Kepala Desa Klapagading Kulon mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kadus 1, Kadus 4, dan Kadus 5 yang telah bergotong royong menyukseskan Grebeg Sura.

Terima kasih kepada Ketua Panitia Bapak Budianto, Bendahara Bapak Tugio, serta pencetus kegiatan Bapak Tutur Suryono alias Morfin. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan berlangsung sangat meriah,” ujarnya.

Karsono menilai Grebeg Sura telah menjadi simbol persatuan masyarakat Klapagading Kulon.

Menurutnya, tradisi ini bukan hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.

“Yang paling membanggakan adalah kebersamaan masyarakat. Hari ini semua bergembira, saling bertemu, saling menyapa, dan mempererat silaturahmi. Inilah nilai utama Grebeg Sura yang harus terus dijaga sebagai warisan budaya sekaligus identitas Desa Klapagading Kulon,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, seraya berharap Grebeg Sura dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan kemeriahan yang lebih besar.

Semarak Grebeg Sura 2026 menjadi bukti bahwa tradisi budaya tetap hidup di tengah masyarakat modern. Di balik kemeriahan arak-arakan dan gunungan, tersimpan pesan tentang persatuan, gotong royong, rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta komitmen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai luhur warisan para leluhur agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *