BANYUMAS – Warga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di serambi Mushola Al Fatah, Minggu pagi. Bayi yang diperkirakan baru berusia satu hingga dua hari itu ditemukan dalam kondisi sehat, berpakaian rapi, dan diduga sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya.
Penemuan bayi tersebut pertama kali diketahui seorang warga yang hendak pergi ke sawah sekitar pukul 06.00 WIB. Saat melintas di dekat mushola, warga mendengar suara tangisan bayi. Setelah dicari sumber suara, warga menemukan bayi laki-laki terbungkus pakaian di area serambi mushola.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Pemerintah Desa Kranggan serta Polsek Pekuncen. Tak lama berselang, aparat kepolisian bersama perangkat desa mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Kepala Desa Kranggan, Romli Haryadi, mengatakan bayi ditemukan dalam kondisi hidup dan terus menangis. Di lokasi penemuan, petugas juga menemukan tas berwarna hitam yang berisi perlengkapan bayi.
“Sekitar jam 6 pagi ada warga dari sawah mendengar tangis bayi lalu melapor ke RT. Setelah itu diteruskan ke desa dan kami langsung melaporkan ke Polsek Pekuncen. Saat ditemukan kondisi bayi masih sehat, menangis, utuh, dan berpakaian rapi,” kata Romli.
Menurutnya, pemerintah desa berharap apabila ada warga yang mengetahui identitas orang tua bayi tersebut agar segera melapor kepada aparat desa maupun kepolisian.
Setelah dievakuasi, bayi langsung dibawa ke Puskesmas Pekuncen I untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan baru lahir satu hingga dua hari sebelumnya.
Bidan jaga Puskesmas Pekuncen I, Inga Arianti, menjelaskan kondisi bayi dalam keadaan bersih dan stabil saat tiba di puskesmas. “Berat badan bayi 2.560 gram, panjang badan 47 sentimeter, lingkar kepala 32 sentimeter, dan lingkar dada 30 sentimeter. Bayi berjenis kelamin laki-laki,” ujarnya.
Petugas medis juga menemukan adanya tanda lahir serta bekas imunisasi hepatitis nol pada tubuh bayi. Temuan itu mengindikasikan bayi kemungkinan dilahirkan di fasilitas kesehatan dan sempat mendapatkan pelayanan medis setelah persalinan.
“Di kaki sudah ada stempel tanda lahir dan bekas imunisasi hepatitis nol. Kemungkinan bayi lahir di fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Hingga kini, Polsek Pekuncen masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua sekaligus pelaku yang diduga tega meninggalkan bayi tersebut di serambi mushola. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan bayi berasal dari wilayah sekitar Kecamatan Pekuncen maupun daerah lain di Banyumas.
Sementara itu, bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan di Puskesmas Pekuncen I dan dilaporkan dalam kondisi sehat.











