Jakarta – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, kelompok kerja Jurnalis Jakarta Utara (JJU) kembali menggelar program sosial bertajuk JJU Berbagi di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (27/5/2026).
Dalam kegiatan tahunan tersebut, JJU melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 13 ekor kambing dan satu ekor sapi yang kemudian dibagikan kepada warga di sekitar markas.
Proses penyembelihan berlangsung sejak pagi dengan melibatkan anggota JJU bersama pengurus wilayah RW setempat untuk memastikan pendistribusian daging kurban tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Jurnalis Jakarta Utara, Faqih Haitami mengatakan, kegiatan kurban rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian insan pers terhadap warga sekitar.
Menurut Faqih, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan sejumlah instansi dan BUMN yang ada di wilayah Jakarta Utara.
Adapun sejumlah instansi dan perusahaan yang menyalurkan hewan kurban dalam program JJU Berbagi tahun ini meliputi Pemerintah Kota Jakarta Utara, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, Kodim 0502 Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Utara, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Kepulauan Seribu, serta BUMN PT Pelindo dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).
“Kelompok kerja Jurnalis Jakarta Utara kembali melaksanakan pemotongan hewan kurban tiap tahunnya. Kegiatan ini dapat terlaksana juga dukungan dari para instansi dan BUMN yang ada di Jakarta Utara,” kata Faqih.
Ia menyebut, dari total hewan kurban yang disembelih tahun ini, pihaknya menargetkan pembagian hingga sekitar 700 kantong daging kurban untuk masyarakat di sekitar Ancol.
Faqih menjelaskan, sasaran pembagian daging kurban masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni warga di lingkungan sekitar markas Jurnalis Jakarta Utara.
Selain untuk berbagi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara jurnalis dengan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan di wilayah Jakarta Utara.
“Tujuannya agar insan pers peduli kepada masyarakat. Ini juga sebagai rasa syukur dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin,” tuturnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, Faqih berharap pembagian daging kurban itu bisa membantu warga, terutama mereka yang membutuhkan.
Menariknya, tahun ini JJU membagikan daging kurban tak cuma dengan bungkus plastik tapi juga dengan bungkus daun pisang.
Panitia memilih memakai daun pisang sebagai pembungkus daging sebelum dibagikan ke warga.
Langkah itu diambil sebagai bentuk inisiatif mengurangi penggunaan plastik sekaligus menyesuaikan kondisi harga plastik yang tengah naik.
“Kalau kita lihat sekarang harga plastik memang lagi melambung tinggi, makanya kita cari inisiatif memakai daun pisang. Selain itu juga untuk mengurangi sampah plastik sesuai program pemerintah Jakarta,” ucap Faqih.
Tokoh masyarakat Ancol yang juga Ketua LMK Ancol, Komarudin menilai kegiatan kurban yang dilakukan JJU memberi dampak positif bagi warga sekitar.
Menurut dia, pembagian daging kurban sangat membantu masyarakat yang saat ini sedang menghadapi tekanan ekonomi.
“Menurut saya sangat positif sekali, karena membantu masyarakat yang tidak mampu untuk bisa merasakan daging kurban. Apalagi kondisi ekonomi sekarang lagi turun, mudah-mudahan ini sangat membantu warga,” kata Komarudin.
Ia juga mengapresiasi penggunaan daun pisang sebagai pembungkus daging kurban karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menekan sampah plastik di Jakarta.
“Pembagian kurbannya pakai daun pisang. Ini sangat bersinergi dengan program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik. Semoga ke depan tiap tahun selalu diadakan karena sangat membantu warga sekitar,” ujarnya.
Salah seorang warga penerima daging kurban, Maya, mengaku senang mendapatkan pembagian daging kambing dari JJU.
Ia mengatakan daging tersebut akan dimasak di rumah dan dibagikan bersama keluarga.
Maya mengaku dirinya tidak sering mengonsumsi daging sehingga pembagian kurban tersebut terasa sangat bermanfaat.
“Ini daging kambing buat masak di rumah, buat bagi-bagi ke keluarga juga,” kata Maya.
(Wahyuni adina putri)











