Kemendikdasmen Tebar Qurban ke 35 Provinsi, Daerah 3T Jadi Prioritas Utama

Kemendikdasmen Tebar Qurban ke 35 Provinsi, Daerah 3T Jadi Prioritas Utama

CILACAP — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan ratusan hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Program bertajuk

“Kemendikdasmen Tebar Qurban untuk Negeri” ini menyasar 35 provinsi dari Aceh hingga Papua, dengan prioritas utama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Distribusi hewan kurban tersebut dikoordinasikan oleh Pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Baitut Tholibin Kemendikdasmen.

Penyembelihan salah satunya dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026).

Ketua DKM Baitut Tholibin, Mariman Darto, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan semangat berbagi di lingkungan kementerian hingga menjangkau masyarakat luas di seluruh Indonesia.

“Ini sebagai bentuk kepedulian sosial, semangat berbagi, dan penguatan ukhuwah kepada masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T, yaitu daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Mariman.

Ia menjelaskan, total hewan kurban yang dihimpun mencapai 159 ekor, terdiri dari 117 sapi dan 42 kambing yang berasal dari berbagai unsur di lingkungan Kemendikdasmen, mulai dari unit utama, satuan kerja pusat, hingga unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, total bobot sapi hidup yang didistribusikan mencapai sekitar 25.875 kilogram, dengan estimasi daging kurban yang dapat dibagikan kepada masyarakat mencapai 18.100 kilogram. Seluruhnya disalurkan kepada kurang lebih 18.000 penerima manfaat di berbagai daerah. “Distribusi dilakukan secara luas dan merata ke 35 provinsi sebagai wujud pemerataan kepedulian sosial,” tambahnya.

Selain itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyerahkan secara simbolis hewan kurban di Provinsi Papua berupa satu ekor sapi berbobot sekitar 720 kilogram. Penyerahan tersebut menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa program kurban ini tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan kepedulian antarwilayah di Indonesia.

Pihak kementerian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, pekurban, mitra kerja, hingga jajaran yang memastikan proses distribusi berjalan lancar hingga ke daerah sasaran.

Program ini diharapkan dapat terus memperkuat semangat kebersamaan dan menjadi amal sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *