Kapolsek Banyumas Rawat Ternak Disela Tugas Kedinasan

Kapolsek Banyumas Rawat Ternak Disela Tugas Kedinasan

Banyumas  — Di tengah padatnya tugas sebagai aparat kepolisian, AKP Sudiono Kapolsek Banyumas justru memilih menghabiskan waktu luangnya dengan memelihara berbagai jenis hewan ternak di lingkungan Mapolsek Banyumas, Jawa Tengah.

Mulai dari kambing, ayam, bebek, mentok hingga budidaya lele, seluruhnya dirawat secara mandiri di sela aktivitas kedinasan yang padat.

Bagi sang Kapolsek, kegiatan beternak bukan sekadar hobi semata, melainkan bagian dari cara menjaga kesehatan fisik dan mental sekaligus melatih produktivitas diri.

Bacaan Lainnya

“Awalnya karena memang saya penyuka binatang. Selain itu saya juga termasuk penikmat proses. Ketika harus mencari makan ternak, capek-capek mengatur waktu antara dinas dan tanggung jawab terhadap peliharaan, menurut saya itu sebuah kenikmatan,” ujarnya.
Ia meyakini aktivitas fisik yang rutin dilakukan mampu menjaga kondisi tubuh dan fungsi otak tetap aktif meski usia terus bertambah.

“Menurut berbagai literasi, semakin sering otak dan otot digunakan, potensi penuaan seperti mudah linglung atau cepat lelah bisa diminimalkan. Alhamdulillah saya merasakan manfaatnya,” katanya.

Manfaatkan Pola Kerja Kepolisian untuk Mengatur Ternak

Kesibukan sebagai Kapolsek yang harus menghadiri apel, kegiatan kecamatan, sambang desa, hingga tugas mendadak dari Polresta ternyata tidak menjadi penghalang.

Ia mengaku menerapkan pola manajemen waktu ala kepolisian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengatur jadwal memberi makan ternak.

“Dalam kedinasan itu ada rencana kegiatan harian, mingguan, bulanan, sampai tahunan. Itu saya aplikasikan juga untuk kehidupan pribadi. Jadi setelah pekerjaan dinas selesai, saya sudah punya jadwal kapan memberi makan ternak,” jelasnya.

Lingkungan Mapolsek Banyumas yang memiliki lahan cukup luas dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan ternak secara mandiri. Berbagai tanaman hijauan seperti rumput odot, ketela pohon hingga tanaman pakan jenis Papua ditanam di sekitar kandang.

“Area polsek ini luasnya sekitar satu hektare lebih. Jadi kami manfaatkan untuk menanam pakan ternak supaya lebih efisien,” ungkapnya.

Pakan Unggas dari Limbah Makanan

Sementara untuk unggas seperti ayam dan bebek, pakan diperoleh dari pemanfaatan limbah makanan MBG di sekitar lingkungan kantor. Sisa nasi dan sayuran kemudian dicampur dedak untuk dijadikan pakan tambahan.

“Kami manfaatkan limbah makanan seperti nasi dan sayur. Dicampur pekatul atau dedek. Ditambah vitamin supaya ayam tetap sehat dan nafsu makannya bagus,” katanya.

Hasil ternak tersebut bahkan mampu membantu kebutuhan keluarga, terutama saat momentum hari raya Idulfitri lalu.

Ia mengaku tidak perlu membeli ayam untuk kebutuhan konsumsi Lebaran karena seluruh kebutuhan dipenuhi dari hasil ternaknya sendiri.

“Kalau dihitung mungkin ada sembilan ekor yang dipakai untuk kebutuhan keluarga saat Lebaran. Jadi tidak perlu beli ke pasar,” ujarnya sambil tersenyum.

Aktivitas sederhana yang dijalankan di tengah kesibukan sebagai aparat penegak hukum itu pun menjadi gambaran bagaimana hobi, kedisiplinan, dan produktivitas dapat berjalan beriringan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *