Purwokerto — Pondok Dahar Apoel mulai memperkenalkan konsep kuliner tradisional melalui soft opening Selasa (25/8) malam. Rumah makan tersebut beralamatkan Rt 04 RW 07 Kelurahan Sokanegara Kecamatan Purwokerto Timur menawarkan beragam menu khas dengan cita rasa rumahan, mulai dari ayam goreng, bebek goreng, mendoan, olahan dage, pisang, hingga aneka minuman berbahan rempah.
Pondok Dahar Apoel yang dikelola pasangan suami istri, Achmad Roemedi dan Surtiningsih, mengusung konsep kuliner tradisional. Beragam menu ditawarkan, mulai dari ayam goreng, bebek goreng, mendoan, olahan dage, pisang, hingga aneka minuman berbahan rempah. Namun, salah satu menu yang menjadi andalan sekaligus favorit pelanggan adalah ikan jaer dengan sambal terasi.
“Ikan jaher bumbu sambal terasi ini yang menjadi menu favorit dan andalan di sini,” ujar Surtiningsih.
Menurutnya, ikan jaher terlebih dahulu digoreng, kemudian disiram dengan sambal terasi sebagai bumbu pelengkap. Racikan tersebut menjadi pembeda sekaligus daya tarik bagi pelanggan yang menyukai olahan ikan dengan cita rasa gurih dan pedas.
“Bumbunya sebenarnya sederhana, saya menggunakan sambal terasi yang kemudian disiramkan di atas ikan Ikan Mujaher,” jelasnya.
Dari sisi harga, Pondok Dahar Apoel menawarkan olahan menu makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau. Harga menu dibanderol mulai Rp15.000 hingga Rp50.000, tergantung jenis hidangan yang dipilih.
Tingginya minat pelanggan terhadap ikan jaher sambal terasi bahkan membuat kebutuhan bahan baku meningkat, terutama saat akhir pekan. Dalam sehari, konsumsi ikan jaher dapat mencapai sekitar 40 kilogram bahkan lebih
“Kalau weekend cukup banyak. Bisa sampai sekitar 20 kilogram ikan jaer karena yang paling banyak dicari memang ikan jaer dengan bumbu sambal terasi,” ungkap Surtiningsih.
Salah seorang penikmat menu tersebut, Unik Cahyani, warga Brebes Selatan, mengaku kembali datang ke Pondok Dahar Apoel untuk menikmati ikan jaher sambal terasi. Ia menilai rasa ikan jaher yang disajikan cukup gurih dan tidak menyisakan aroma tanah yang biasanya menjadi salah satu kekhawatiran saat mengonsumsi ikan air tawar.
“Rasanya enak, gurih, dan tidak bau tanah. Sambalnya juga pas dan cocok,” kata Unik.
Selain rasa, Unik menilai harga makanan yang ditawarkan cukup terjangkau. Ia juga merasa nyaman dengan suasana tempat makan tersebut.
“Tempatnya enak dan nyaman. Betah kalau berlama-lama di sini,” ujarnya.
Unik mengaku Pondok Dahar Apoel bukan kali pertama dikunjunginya. Ia sudah dua kali datang untuk menikmati menu yang tersedia.
Dengan mengusung konsep tradisional, harga yang terjangkau, serta menu andalan ikan jaer sambal terasi, Pondok Dahar Apoel berharap dapat menjadi salah satu pilihan kuliner bagi masyarakat, khususnya pencinta masakan bercita rasa khas rumahan dan tradisional.











