PURWOKERTO – Pondok Pesantren Modern (PPM) El Fira Purwokerto memperkuat transformasi tata kelola pendidikan dengan mengadopsi sistem digital berbasis Learning Management System (LMS) JunioSmart hasil kolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi, transparansi keuangan, hingga pemantauan aktivitas akademik santri secara real time.
Peluncuran sistem digital tersebut berlangsung pada Selasa (4/8/2026) bersamaan dengan pengenalan empat program pendidikan baru yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan pesantren melalui skema gratis maupun biaya yang terjangkau.
Perwakilan Pengasuh PPM El Fira Purwokerto, Farrel Ababiel Aziz, mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam membangun tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan layanan berbasis teknologi, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh civitas pesantren, mulai dari santri, wali santri, hingga tenaga pendidik.
“Pemanfaatan sistem ini bukan sekadar bentuk digitalisasi layanan, melainkan langkah strategis dalam membangun tata kelola pesantren yang lebih modern, profesional, transparan, serta memberikan kemudahan bagi seluruh civitas pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PPM El Fira, Prof. Dr. KH. Fathul Aminudin Aziz, MM, menilai pengelolaan pesantren harus mampu mengikuti perkembangan zaman melalui sistem manajemen yang terukur. Di sisi lain, pesantren juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Ia menjelaskan, berbagai program yang diluncurkan diharapkan dapat menjadi solusi agar masyarakat tetap memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.
Dari sisi teknologi, System Integrator BRI Region 11 Yogyakarta, Bagja Abdul Basith, menjelaskan LMS JunioSmart memungkinkan orang tua memantau perkembangan anak secara langsung melalui aplikasi maupun laman web.
Fitur yang tersedia meliputi presensi santri, jadwal pembelajaran, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan yang terintegrasi melalui Virtual Account BRI sehingga proses administrasi menjadi lebih mudah, aman, dan transparan.
Selain digitalisasi, PPM El Fira juga memperkenalkan empat program pendidikan baru sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tiga program di antaranya, yakni Tema Teologi dan Manajemen, PATRIOT, dan TEOPRENEUR, dapat diikuti secara gratis.
Program Tema Teologi dan Manajemen difokuskan pada pembentukan karakter kepemimpinan dan kemampuan manajerial berbasis nilai keagamaan. Program PATRIOT menitikberatkan pada penguatan karakter religius, nasionalisme, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Sementara TEOPRENEUR dirancang untuk mencetak santri yang memiliki kemampuan berwirausaha berbasis nilai Ketuhanan dengan pemanfaatan teknologi sebagai fondasi utama.
Adapun program SPESIAL ditujukan bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan pesantren berkualitas dengan biaya terjangkau. Program ini menetapkan biaya pendidikan sebesar Rp150 ribu per bulan serta Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) satu kali selama masa studi sebesar Rp650 ribu.
Melalui inovasi digital dan pengembangan program pendidikan tersebut, PPM El Fira berharap mampu menghadirkan sistem pendidikan pesantren yang modern, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.











