Musim Kemarau Picu Risiko ISPA, Warga Diminta Waspadai Debu dan Udara Kering

Musim Kemarau Picu Risiko ISPA, Warga Diminta Waspadai Debu dan Udara Kering

PURWOKERTO – Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan meningkatnya suhu udara, tetapi juga membawa risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. Udara yang lebih kering, debu yang mudah beterbangan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dokter sekaligus praktisi medis, dr. Tangguh Budi Prasetyo, S.H.M.H, mengatakan ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat ketika kondisi udara semakin kering dan berdebu.

“Pada saat seperti sekarang ini memang banyak penyakit, terutama ISPA atau infeksi saluran napas. Karena itu, masyarakat minimal sudah mulai menggunakan masker sebagai salah satu upaya pencegahan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang berdebu dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Debu yang beterbangan berpotensi terhirup dan mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas cukup tinggi di luar ruangan.

Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kondisi lingkungan sekitar. Penggunaan masker ketika berada di lingkungan berdebu juga dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan debu.

Selain menjaga perlindungan diri, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama musim kemarau.

“Prinsipnya adalah mencegah sakit dan menjaga kesehatan. Kita harus menjalani hidup sehat, berolahraga secara teratur, menjaga kondisi tubuh, serta memperhatikan lingkungan,” katanya.

Masyarakat juga disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan selama musim kemarau. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan langkah pencegahan, risiko gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang kering dan berdebu dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *