Peringatan Maulid Nabi di SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan Dikemas Kreatif, Siswa Buat Gunungan

Peringatan Maulid Nabi di SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan Dikemas Kreatif, Siswa Buat Gunungan

BREBES — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan Kabupaten Brebes tahun ini dikemas dengan melibatkan langsung para murid melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kreatif. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pembuatan serta arak-arakan gunungan berisi aneka makanan hasil karya siswa.
Kepala SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan Mardiyanto S.Ag., M.Si mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan murid kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sosok teladan.
“Tujuan utama kita melaksanakan peringatan Maulid Nabi adalah mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai tokoh yang menjadi idola, yaitu Nabi Muhammad SAW. Sejak awal kita ajarkan mereka untuk mempelajari dan mendalami perilaku Rasulullah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kokurikuler keagamaan. Karena itu, pelaksanaan kegiatan melibatkan siswa secara langsung, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.
Salah satu bentuk keterlibatan siswa diwujudkan melalui pembuatan gunungan makanan. Gunungan tersebut terdiri atas makanan tradisional dan makanan modern. Makanan tradisional di antaranya berasal dari hasil alam seperti kacang, pisang, dan berbagai panganan tradisional lainnya.
“Semua merupakan hasil karya anak-anak. Kita memadukan tradisi dulu dengan yang sekarang. Anak-anak diberi kesempatan untuk mengapresiasikan dan memeriahkan Maulid ini dengan membuat gunung-gunungan,” katanya.
Gunungan yang telah dibuat kemudian diarak dan diperebutkan oleh hadirin untuk dinikmati bersama. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi murid untuk belajar bekerja sama, berkreasi, bertanggung jawab, dan menghargai budaya yang berkembang di masyarakat.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan mauidhotul khasanah yang disampaikan oleh KH Ajir Ubaidillah (Gus Ajir) dari Cilongok. Acara berikutnya diisi penampilan Hadroh Safatu Rasul dan kegiatan maulidan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan arak-arakan gunungan.
Menurut Mardiyanto, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui peringatan Maulid Nabi adalah keteladanan terhadap perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut tidak hanya ditujukan kepada murid, tetapi juga kepada seluruh keluarga besar sekolah, termasuk guru dan karyawan.
“Maknanya supaya mereka bisa meneladani perilaku Rasulullah. Salah satunya etos kerja, semangat, disiplin, dan kejujuran. Kita mempunyai tokoh yang luar biasa, sehingga minimal ada contoh-contoh yang bisa kita aplikasikan di dunia pendidikan,” jelasnya.
Sekolah berharap kegiatan Maulid Nabi dapat memperkuat kecintaan murid dan masyarakat terhadap Nabi Muhammad SAW. Hal itu dinilai penting di tengah perubahan pola belajar dan berkembangnya figur-figur yang menjadi idola generasi muda.
“Harapannya semua keluarga besar SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan dan warga masyarakat lebih mencintai lagi terhadap Nabi Muhammad SAW. Anak-anak kita kadang menokohkan tokoh-tokoh yang idolanya sudah berbeda. Kita kembalikan lagi bahwa kita punya sosok yang bisa dicontoh dan diteladani,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *